Indonesia MOMPreneur Conference 2014 di Surabaya

1400637361314

Hanya beberapa hari sebelum, saia menemukan poster acara ini, Alhamdulilah tak melewatkan acara keren banget ini euuuyyy πŸ˜€ #angkat4Jempol Excited bangets ngliat pembicara TOP bakal turut andil memeriahkan πŸ˜›
Hari sabtu…jam 7 pagi udah pamitan anak…tapi masih digelayutin minta ditemenin maenan hehe anak mamah yg cantik,boleh ya mamah mencari ilmu bwt bekal qta nanti :* #ketjupMesra :* DressCode warna merah,aahhh saia banget ni color YES! πŸ˜€
Jam 08.20 registrasi peserta…
Jam 08.30 belum ada tanda-tanda peserta boleh memasuki arena #eh
Jam 09.00 Makwuuzzz saia secepat kilat mencari posisi wenak,duduk barisan dua dari depan. klo depan sendiri ntar leher saia kemeng menatap pembicara yg jaraknya sejengkal sajah hihi #alasan :p
Duduk rapi, kenalan kanan kiri. Yak Syip,Pemutaran perdana segera dimulai hehe acara ini merupakan conference pertama MOMPreneur diluar kota Jakarta dan pilihan jatuh di kota Surabaya melihat data banyaknya UKM yang maju pesat disini. **ujar salah satu founder MOMPreneur ibu @IkeDahliaCΒ  πŸ™‚
Jreng jreeennggg…..sebagai pembuka acara, Bapak Tung Desem Waringin (TDW) menyalurkan energi positif dengan gaya khas nya, ambil ancang-ancang dari belakang pemirsah dan berlari sekencang-kencangnya menuju stage, bisa dibayangin kan ya sosok beliau yang tinggi besar trus lari gtu dalam ruangan padat pemirsah πŸ˜€ Happiness Revolution… salah satu best seller karya TDW, dibawakan dengan sangat meriah,enerjik dan tangkas alias jarang banget pemirsah nya duduk manis menyimak sambil terkantuk-kantuk #fiuh elap keringet πŸ˜› jargon ciamik yang slalu didengungkan, our emotion is created by our motion, artinya, Continue reading

Terimakasih STIFIn Man

Jegeeerrr….hari H pun tiba,ada rasa bahagia membuncah πŸ™‚ Menampung energi positif yang melimpah,Maka nikmat Allah yang mana yang di dustakan πŸ™‚ Allahuakbar…

Wisnu Priyono

"STIFIn Man" Dodi Rustandi β€œSTIFIn Man” Dodi Rustandi

Mengadakan seminar bertajuk STIFIn di Surabaya saat ini bukanlah hal yang mudah. Perlu usaha ekstra untuk menarik minat masyarakat yang memang mayoritas tidak memahami apa itu STIFIn. Hal tersebut saya rasakan sendiri.

Berawal dari keinginan untuk mengikuti seminar STIFIn di Surabaya, saya dan istri sempat hampir putus asa menunggu. Usut punya usut ternyata perkembangan STIFIn di Surabaya terbilang lamban, hal itu terbukti dengan tidak adanya seminar yang diselenggarakan untuk umum. Para pejuang STIFIn banyak menempuh jalur pendidikan untuk bisa mengenalkan konsep mesin kecerdasan ini kepada masyarakat. Pilihan yang tepat. Tapi bagaimana dengan kami masyarakat umum yang kebetulan tidak berhubungan dengan dunia pendidikan?

View original post 384 more words

Terbukanya “Karpet Merah” Keberhasilan

a years ago (hampir) on july 2013. Seminar Parents ON oleh kek Jamil Azzaini. Antusias banget ngikut seminar-seminar, bagi saia investasi leher keatas itu wajib (jika ada dana ya πŸ˜€ ). terhitung puluhan kali saia menghadiri seminar,apapun materinya yang saia butuhkan,asik kan bisa satu ruangan dengan orang-orang yang satu gelombang, positif tentunya

Baguuusss banget seminarnya, kontennya sama persis buku ON tapi yaa lebih ciamik dibawain penulisnya langsung dunk pastinya πŸ˜€ saia datengnya mepet jadi gak sempet looking around meja-meja yang turut memeriahkan suasana πŸ˜€ ternyata di deretan meja itu ada lapak tes STIFIn, yaudah deh, mangkal lah 10 sidik jari saia diatas mesin finger print. Sebenarnya hasil tes bisa ditunggu sejam kemudian tapi karena saia baru tes di akhir acara jadi hasilnya tunggu skalian sertifikatnya aja πŸ™‚ oia, tes STIFIn ini cukup sekali seumur hidup, investasi seumur hidup bagi saia πŸ˜‰ :*

Selang beberapa lama, datanglah promotor ini kerumah membawa sertifikat hasil tes STIFIn dan bisa anda bayangkan apa yang terjadi kawan-kawan….. πŸ˜€ taraaaa hasilnya, saia memiliki mesin kecerdasan Thinking, dominan di belahan otak kiri atas. Speechless it’s a must πŸ˜€

STIFIn Personality

STIFIn Personality

Kenapa saia speechless? Yaiyalah, saia ngerasa gak jago banget di akademis, gampang mewek klo ada yang bener-bener menyentuh qolbu saia (busyet dah), males banget berorganisasi,dll pokoknya enggak banget lah. tapi itulah kenyataan kawan πŸ˜€ usut punya usut, ternyata pola asuh juga menjadi penentu. kayak begini ni rumusannya, Fenotip (100%) = Genetik (20%) + Lingkungan (80%). asiiikk kan rumusnya πŸ™‚

Continue reading