Konferensi Ayah Bunda Platinum, Siapkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Dini Bersama Morinaga

Konferensi Ayah Bunda Platinum, Siapkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Dini Bersama Morinaga. Si bocah sempet gak mau sekolah PAUD, saia pun bingung bukan kepalang. Namun saia gak sampe panik berlebihan menghadapi kenyataan anak gak mau sekolah. Karena setelah saia amati emang ada beberapa hal yang membuat si bocah mogok dan saia bisa memakluminya.

Pertama, si bocah emang gak terbiasa berada di satu ruangan dalam waktu yang lama apalagi ruangannya kecil. Kedua, si bocah enggak suka dibatasi ruang geraknya. Ketiga, si bocah cepet bosan, belum bisa konsentrasi dalam jangka waktu lama. Maklum yak namanya juga balita hehehe.

Saia akhirnya enggak maksain si bocah sekolah, biarin lah enggak dilanjutin sekolahnya. Toh ternyata si bocah lebih suka sekolah yang berbaur dengan Continue reading

Advertisements

Terimakasih STIFIn Man

Jegeeerrr….hari H pun tiba,ada rasa bahagia membuncah 🙂 Menampung energi positif yang melimpah,Maka nikmat Allah yang mana yang di dustakan 🙂 Allahuakbar…

Wisnu Priyono

"STIFIn Man" Dodi Rustandi “STIFIn Man” Dodi Rustandi

Mengadakan seminar bertajuk STIFIn di Surabaya saat ini bukanlah hal yang mudah. Perlu usaha ekstra untuk menarik minat masyarakat yang memang mayoritas tidak memahami apa itu STIFIn. Hal tersebut saya rasakan sendiri.

Berawal dari keinginan untuk mengikuti seminar STIFIn di Surabaya, saya dan istri sempat hampir putus asa menunggu. Usut punya usut ternyata perkembangan STIFIn di Surabaya terbilang lamban, hal itu terbukti dengan tidak adanya seminar yang diselenggarakan untuk umum. Para pejuang STIFIn banyak menempuh jalur pendidikan untuk bisa mengenalkan konsep mesin kecerdasan ini kepada masyarakat. Pilihan yang tepat. Tapi bagaimana dengan kami masyarakat umum yang kebetulan tidak berhubungan dengan dunia pendidikan?

View original post 384 more words

Seminar Parenting “Orang Tua Hebat, Anak Hebat”

Image

Latar Belakang

Orang tua adalah salah satu faktor penting yang akan mengantarkan bagaimana masa perkembangan Anak. Meski genetik orang tua hanya berpengaruh 20% tapi lingkungan tempat dia belajar, terutama lingkungan pertama kali, yakni di KELUARGA yang akan berpengaruh menjadikan dia seperti apa kedepannya.

Orang tua memiliki tugas utama mendidik keturunannya. Dengan kata lain, dalam relasi antara anak dan orang tua secara kodrati tercakupi unsur pendidikan untuk membangun kepribadian anak dan mendewasakannya, maka orang tua menjadi agen pertama dan utama yang mampu dan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji.

Bicara soal pendidikan, hampir semua orang ingin menempuh pendidikan setinggi dan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, orang tua jaman sekarang sudah jauh-jauh hari menyiapkan dana pendidikan anak. Kalaupun dana sudah tersedia, masalahnya sekarang adalah menentukan pilihan sekolah. Sekolah mana yang tepat? Apakah sekolah dengan ruang kelas ber-AC? Sekolah yang dekat rumah? Sekolah yang populer? Atau sekolah yang berbasis agama?. Banyaknya jenis sekolah memang menjadi dilema tersendiri bagi kita sebagai orang tua yang menginginkan hal terbaik untuk anak. Terlebih lagi jika mendengar rumor tentang sisi negatif suatu sekolah seperti: “Ah, sekolah itu kan gurunya kurang berkualitas.”,“Sekolah itu kan fasilitasnya minim sekali.” dll. Keragu-keraguan seperti ini yang membuat orang tua merasa sangat bingung, walaupun dana sudah mencukupi.

Sekolah yang TEPAT, mengandung arti sekolah tersebut dapat mengakomodir aktualisasi potensi anak. Semua sekolah pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga membutuhkan waktu bagi orang tua untuk mempertimbangkan sekolah mana yang unsur positifnya paling banyak. Pahami anak sedalam mungkin untuk membantunya menemukan sekolah yang paling tepat. Sekolah yang baik menurut orang tua belum tentu merupakan sekolah yang paling tepat bagi anak.

Bentuk kasih sayang orang tua salah satunya tercermin dari kebijaksanaan orang tua saat memilih sekolah yang TEPAT bagi anak dan masa depannya.

Terkait dengan hal-hal tersebut, orang tua memiliki peran yang sangat vital dalam perkembangan anak, bagaimana menentukan pola asuh yang sesuai dengan personality anak, berbagi peran dalam mengasuh dan membimbing anak, membangun hubungan yang saling mendukung antara orang tua dengan anak. Karena anak adalah investasi masa depan yang akan meneruskan perjuangan dan harapan orang tua.

Tujuan Seminar

Membantu para orang tua dalam mengasuh dan mempersiapkan anak-anak mereka menuju karpet merah keberhasilan.

Manfaat Seminar

Continue reading

Ayah, Dengarkanlah….

Sayah sangat menyadari betapa besar peran orang tua bagi anak, sejak 2 tahun lalu sayah tak henti mencari ilmu parenting demi membangun keluarga yang berkarakter berdasarkan Alquran dan Hadist. Ratusan hari perjalanan ini, sedikit banyak menganalisa kondisi keluarga orang-orang terdekat tidak terkecuali orang tua sayah sendiri terhadap anak-anaknya maka sampailah pada suatu kesimpulan bahwa tak hanya seorang ibu yang memiliki peran besar bagi anak tetapi seorang ayah jauh lebih besar perannya dalam perkembangan karakter anak untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki. karena banyak ayah yang kurang menyadari porsinya dalam keluarga, kualitas keterlibatannya dalam mengurusi keluarga. Disinilah pentingnya keseimbangan dan keselarasan orang tua,dimana tidak ada salah satu yang lebih menonjol tetapi saling mengisi satu sama lain. Ini pendapatku, mana pendapatmu 😀

Tulisan ini sayah sadur dari Buku “Belajar Menjadi Ayah” karya Drs. Thomas Kristo M, MM

Anak belajar bukan dari apa yang didengar melainkan dari apa yang dilihat

Menciptakan bangsa yang besar dan berkarakter bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak masyarakat yang memberikan protes pada pemimpin bangsanya yang dianggap kurang mampu memimpin dan kurang cakap dalam menangani masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan bangsanya.

Bangsa yang berkarakter baik, berakar dari keluarga yang berkarakter luar biasa. Karakter yang baik adalah motivasi dari dalam untuk menunjukkan apa yang benar, walaupun kita suka atau tidak suka pada situasi tertentu.

Pengertian karakter seringkali berkaitan dengan istilah moral atau tingkah laku moral. Dengan kata lain, sebelum seseorang mengambil atau melakukan sebuah tindakan, ia harus terlebih dahulu menyadari bahwa tindakannya dapat menolong atau justru menyakiti orang lain. Tindakannya berguna atau tidak bagi dirinya. Think first before speaking and doing.

Continue reading