Terbukanya “Karpet Merah” Keberhasilan

a years ago (hampir) on july 2013. Seminar Parents ON oleh kek Jamil Azzaini. Antusias banget ngikut seminar-seminar, bagi saia investasi leher keatas itu wajib (jika ada dana ya πŸ˜€ ). terhitung puluhan kali saia menghadiri seminar,apapun materinya yang saia butuhkan,asik kan bisa satu ruangan dengan orang-orang yang satu gelombang, positif tentunya

Baguuusss banget seminarnya, kontennya sama persis buku ON tapi yaa lebih ciamik dibawain penulisnya langsung dunk pastinya πŸ˜€ saia datengnya mepet jadi gak sempet looking around meja-meja yang turut memeriahkan suasana πŸ˜€ ternyata di deretan meja itu ada lapak tes STIFIn, yaudah deh, mangkal lah 10 sidik jari saia diatas mesin finger print. Sebenarnya hasil tes bisa ditunggu sejam kemudian tapi karena saia baru tes di akhir acara jadi hasilnya tunggu skalian sertifikatnya aja πŸ™‚ oia, tes STIFIn ini cukup sekali seumur hidup, investasi seumur hidup bagi saia πŸ˜‰ :*

Selang beberapa lama, datanglah promotor ini kerumah membawa sertifikat hasil tes STIFIn dan bisa anda bayangkan apa yang terjadi kawan-kawan….. πŸ˜€ taraaaa hasilnya, saia memiliki mesin kecerdasan Thinking, dominan di belahan otak kiri atas. Speechless it’s a must πŸ˜€

STIFIn Personality

STIFIn Personality

Kenapa saia speechless? Yaiyalah, saia ngerasa gak jago banget di akademis, gampang mewek klo ada yang bener-bener menyentuh qolbu saia (busyet dah), males banget berorganisasi,dll pokoknya enggak banget lah. tapi itulah kenyataan kawan πŸ˜€ usut punya usut, ternyata pola asuh juga menjadi penentu. kayak begini ni rumusannya, Fenotip (100%) = Genetik (20%) + Lingkungan (80%). asiiikk kan rumusnya πŸ™‚

Continue reading

Advertisements

Seminar Parenting “Orang Tua Hebat, Anak Hebat”

Image

Latar Belakang

Orang tua adalah salah satu faktor penting yang akan mengantarkan bagaimana masa perkembangan Anak. Meski genetik orang tua hanya berpengaruh 20% tapi lingkungan tempat dia belajar, terutama lingkungan pertama kali, yakni di KELUARGA yang akan berpengaruh menjadikan dia seperti apa kedepannya.

Orang tua memiliki tugas utama mendidik keturunannya. Dengan kata lain, dalam relasi antara anak dan orang tua secara kodrati tercakupi unsur pendidikan untuk membangun kepribadian anak dan mendewasakannya, maka orang tua menjadi agen pertama dan utama yang mampu dan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji.

Bicara soal pendidikan, hampir semua orang ingin menempuh pendidikan setinggi dan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, orang tua jaman sekarang sudah jauh-jauh hari menyiapkan dana pendidikan anak. Kalaupun dana sudah tersedia, masalahnya sekarang adalah menentukan pilihan sekolah. Sekolah mana yang tepat? Apakah sekolah dengan ruang kelas ber-AC? Sekolah yang dekat rumah? Sekolah yang populer? Atau sekolah yang berbasis agama?. Banyaknya jenis sekolah memang menjadi dilema tersendiri bagi kita sebagai orang tua yang menginginkan hal terbaik untuk anak. Terlebih lagi jika mendengar rumor tentang sisi negatif suatu sekolah seperti: β€œAh, sekolah itu kan gurunya kurang berkualitas.”,β€œSekolah itu kan fasilitasnya minim sekali.” dll. Keragu-keraguan seperti ini yang membuat orang tua merasa sangat bingung, walaupun dana sudah mencukupi.

Sekolah yang TEPAT, mengandung arti sekolah tersebut dapat mengakomodir aktualisasi potensi anak. Semua sekolah pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga membutuhkan waktu bagi orang tua untuk mempertimbangkan sekolah mana yang unsur positifnya paling banyak. Pahami anak sedalam mungkin untuk membantunya menemukan sekolah yang paling tepat. Sekolah yang baik menurut orang tua belum tentu merupakan sekolah yang paling tepat bagi anak.

Bentuk kasih sayang orang tua salah satunya tercermin dari kebijaksanaan orang tua saat memilih sekolah yang TEPAT bagi anak dan masa depannya.

Terkait dengan hal-hal tersebut, orang tua memiliki peran yang sangat vital dalam perkembangan anak, bagaimana menentukan pola asuh yang sesuai dengan personality anak, berbagi peran dalam mengasuh dan membimbing anak, membangun hubungan yang saling mendukung antara orang tua dengan anak. Karena anak adalah investasi masa depan yang akan meneruskan perjuangan dan harapan orang tua.

Tujuan Seminar

Membantu para orang tua dalam mengasuh dan mempersiapkan anak-anak mereka menuju karpet merah keberhasilan.

Manfaat Seminar

Continue reading