Family Time with Baking Time, Let’s GO


Family Time with Baking Time, Let’s GO. Ada yang punya hobi memasak gak? Emmm masak bisa jadi hobi ato emang kebutuhan ya hehehe. Tapi klo saia pribadi ya, enggak terlalu suka memasak. Gak usah ditanya alasannya ya wkwkwk. Tapi tapi tapi klo soal bikin kue, saia suka bikin kue, menurut saia beda aja yang kerasa di jiwa ebuset ehehehehe.

Pernah saia bertanya ke teman, lebih suka memasak ato bikin kue? “Enak masak, klo resep gagal masih bisa koreksi rasa tapi klo bikin kue gagal ya gagal aja gak bisa diselamatkan” ujar dia dengan keyakinan tinggi. Ya emang sih, mungkin itu konsekuensi yang harus aku terima ahahaha, pokoknya gak langsung mental drop dan menyerah ya kan hihihi.

Kadang saia berpikir mendalam, mengapa saia lebih suka baking daripada memasak? Bukan jawaban penuh kepastian yang bisa dijadikan panutan umum ya, tapi saia meyakini hal ini. Pertama, dari kecil saia sudah terlibat di dapur eh ato lebih tepatnya dipaksa terlibat ya, beda jauh gak ni definisinya. Beruntungnya saia memiliki nenek yang multitasking klo bahasa keren nya.

Ya, nenek saia mahir dalam hal memasak, APAPUN. Klo ditanya backgroundnya ya jelas karena

faktor ekonomi ya, ekonomi sulit di garis kemiskinan memaksa individu untuk berjuang mengupayakan perut 9 anaknya terisi makanan meski kadang jauh dari kata cukup. Ah sedih saia klo mengingat cerita cerita nenek yang selalu saia dengar ketika membantunya di dapur kala libur sekolah tujuan satu satunya hanya rumah nenek.

Memasak dan membuat kue adalah keahlian nenek yang sudah tersertifikasi ribuan pelanggan tetap. Ya, kemahiran nenek memasak dan membuat kue alhamdulilah tersohor di daerahnya, sebut saja area Surabaya Selatan, Surabaya Timur dan sekitarnya. Saia ingat sekali, dulu agenda tetap penikmat rasa keahlian nenek itu para pekerja pabrik dekat rumah. Nenek di rekrut untuk men- supply makan siang para pekerja pabrik. Saia lupa pabrik apa. Bisa dibayangkan aktifitas dirumah seperti apa dari pagi sampe malam, belum lagi pesanan pesanan yang lain.

Saia paling suka menata makanan didalam kardus ato tempat makanan, pekerjaan itu selalu diserahkan ke saia, mengisi wadah makanan disesuaikan dengan ragam isiannya, tidak mudah karena nenek memantau dengan benar benar pandangan mata elang dan memastikan dengan baik kerapian makanannya. Dewasa ini mungkin hal itu yang membuat saia suka dengan hal yang rapi. Enak untuk dipandang apalagi makanan ya, pandangan pertama bisa membuat orang jatuh hati sebelum mencicipi cita rasa makanannya.

Omong omong soal membuat kue ato istilah kerennya Baking, Nenek juga melayani pesanan kue tradisional maupun modern. Sebut saja lemper, pastel, nagasari, dan masih banyak ragam lainnya. Aneka kue bolu, cake, dan lain lain gak usah diragukan lagi. Kue yang biasanya tersaji di hari lebaran pun tak luput dari keluwesan tangan nenek. Kita kita yang terlibat sudah jelas tak lepas dari komando nenek. Kue nastar, jadi kue lebaran yang kita nobatkan belum ada yang bisa menyamai bikinan nenek. Apakah ini bisa disebut inner child saia hehehe.

Nenek ngasih tau saia, aslinya sih biar saia bisa bikin sendiri dirumah klo lagi pengen, daripada kudu nunggu libur sekolah ahahaha. “nggaweo jajan seng gampang disek koyo keik coklat utowo roti kukus warna warni, gampang kari sat set sat set wes dadi enak.” ujar nenek kepada cucu pertamanya ini. Saia berdiam, sambil bertanya dalam hati kapan keberanian itu akan muncul haha, butuh keberanian besar gaes untuk memulai sesuatu itu, ya gak rek.

Resep pertama kue sudah saia pegang, tinggal eksekusinya ini kapan. Tolong jangan ditanya lebih lanjut hahaha.

Time flies, tiap saia mau bikin kue dan tidak punya resep ato terlalu malas mencari ada dimana catatan catatan itu, tinggal saia telpon nenek dan mencatat kembali sambil reka ulang tahapan tahapan baking. Sambil meluapkan kerinduan sih biasanya. Rindu sekali saia ini sama beliau, saia udah ditinggal selamanya sejak awal bulan oktober tahun 2022. Ada rasa yang tertinggal tentang kenangan itu tapi sampe sekarang saia belum bisa release, tolong doakan saia ya.

Dewasa ini, kesukaan saia sama baking terlihat dalam diri si bocah alias anak saia satu satunya. Oh enggak, saia gak pernah memaksakan alih keahlian ke si bocah. Si bocah makin kesini makin menyukai kegiatan baking ini, dari sekian banyak kegiatan yang saia pernah perkenalkan ke si bocah. Alhamdulilah si bocah makin berani eksperimen, eh kok saia yang agak was was, gak bener emang emaknya ini, ya karena si bocah udah minta tidak usah didampingi, hanya sebutuhnya aja klo dirasa perlu melibatkan orang dewasa.

Apakah saia boleh berharap ada expert power dalam diri si bocah? Ya boleh dong, sebagai orangtua wajib mengarahkan anak anaknya namun dalam proses terkait sampe keahlian tersebut perlu melekat dalam diri anak ya jelas diselaraskan dengan passion anak. Ssstt masih berproses ini kita mengarahkan passion anak, semoga yang terbaik ya untuk anak anak kita semua.

Memahami baking time, dewasa ini, menarik perhatian saia yang ketika saia mengawali kegiatan ini tak tau manfaatnya apa. Yoi rek ternyata baking time ini sangat membantu mental health saia tentunya. Mari saia jembrengkan beberapa manfaat baking time yang saia alami, tentunya baru menyadari ketika menginjak usia dewasa yang entah di umur berapa hahaha.

Refleksi Diri. Bahasanya terlalu keren untuk dipahami bocah tapi sepertinya itulah yang terjadi dalam diri saia ketika memulai kegiatan ini. Saia butuh sebuah wadah, sebuah kegiatan yang menjadi implementasi gundah gulana dan gelisah saia ketika berusia belia. Terlebih materi komunikasi jaman dulu hanya kita pahami sekelumit saja. Baking time menjadi alat komunikasi saia dalam memaknai dan menjalani hidup dan kehidupan. Asyek bahasanya melangit sekali ini hahaha.

Kedua, Meningkatkan Mood. Dulu mana saia paham harus bagaimana meningkatkan mood alias emosi diri yang sering berubah sesuai kondisi. Ternyata ya baking time menjadi salah satu aktifitas terbaik meningkatkan mood. Pernah gaksih kalian mencium aroma hasil panggangan percampuran bahan bahan kue, wangi banget gak? Hidung saia terasah sekali klo harus mencium aroma wangi kue yang baru matang. Aroma ini ternyata meningkatkan hormon dopamin, senyawa kimia otak yang bawa pesan antar sel, pesan bahagia. Pantes ya senang sekali saia kala itu.

Terapi STRES. Wow emejing syekali sodara sodara. Etapi tau gak, saia sering sekali berbincang dengan teman dan mengutarakan kondisi saia yang sedang stres. Tapi tau gak reaksi mereka? Mereka benar benar tidak menerima kata stres apalagi kondisi stres dalam hidupnya. “Mana ada sih stres itu, ini kan cuman capek aja.” Begitu ujar salah satu teman saia. Apakah kalian juga setuju bahwa STRES itu tidak ada?

Jadi apa hubungannya sama terapi stres? Baking ini kan sebenarnya dalam prosesnya melibatkan skill dewa. Dari mulai menyiapkan bahan, presisi sekali kita dibikinnya, bahan apa aja yang diperlukan, berapa kuantitas tiap bahan bahan, alat apa saja yang digunakan bahkan waktu yang diperlukan. Komplit dan komplek sekali kan. Baking time menuntut saia memahami hitungan matematika berpadu dengan rasa diri. Pernah denger kan istilah begini, pas baking tapi mood jelek pasti hasilnya kurang bagus. And exactly begitulah hormon dopamin menyelinap dan menguat ketika baking terselesaikan dengan baik dan benar.

Time Flies. Biasanya klo lagi merayakan hari lahir si bocah minta kue tart nya berbagai bentuk yang sedang diinginkan, syukurnya saia punya langganan bakery house yang bisa memenuhi permintaan si bocah dan hasilnya sungguh sangat memuaskan sekali. Jangan ngrasani saia kenapa gak bikin sendiri keik nya, saia gak bisa bikin kue tart wkwkwk.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Hayo apa arti peribahasa tersebut haha. Pas lagi ngemall, saia menemukan toko yang agak gak biasa. Mereka menyediakan fasilitas apapun tentang baking. Sungguh ide luar biasa sekali ini, pikir saia.

Saia tawarkan ke si bocah, “mau gak klo kue tart buat ultah nanti bikin sendiri?” dan si bocah menganggukkan kepala tanda setuju. Okay, reservasi saia buat di tanggal tersebut. Kudu reservasi dulu ya soalnya rame pwol apalagi pas wiken. Sepertinya jasa yang mereka tawarkan ini bisa merangkul semua kalangan, semua usia. Dari mulai anak anak sampe dewasa. Mereka menyediakan fasilitas baking dan tenaga ahli untuk membantu proses baking hingga selesai. Solusi tepat kan klo gak mau kerepotan bersihin rumah selesai baking hihihi ini sih saia.

Seru banget pokoknya, hal ini juga melatih kepercayaan diri si bocah melakukan aktifitasnya diluar rumah. Nah kan nambah lagi manfaat baking ini, dan saia yakin pasti lebih banyak lagi manfaat yang bisa kita petik. Gimana rek mau cobain baking gak ahahaha 😀

Sayonara, semoga kita berjumpa di lain kesempatan ya 🙂

Leave a comment