30

Iyaaahhhh…. Alhamdulilah saia keep calm when turning 30. The most important is, ketjupan mesra plus pelukan hangat dari suami dan anak, serasa melayang mabok cinta hihi lebay πŸ˜›

Kagak ada perayaan spesial, kagak ada tumpukan kado seperti masa kanak-kanak dulu hihihi yang ada….. pikiran ini melayang, flashback dari tahun ke tahun, dan….

30 pink

Dan mulai berpikir, sisa usia ini mau digunakan untuk apa, bijak ya huehehe πŸ˜€

Dari hasil tanya-tanya mbah gugel, nemu deh artikel menarik, yang harus dilakukan ketika umur 30 tahun, banyak ya cyn angkanya hihi πŸ˜€ Continue reading

#Kalender2015 ~ Senin, 12 Januari 2015

(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah, tanpa mempersekutukan-NYA Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (al-hajj : 31)

Merujuk STIFIN-Man, hari ini adalah #seninThinking dan bukan tak mungkin bahwa ke-thinking-an saia sedang diuji hari ini. Benar-benar diuji,Alhamdulilah. Sehari ini energi saia terkuras habis ke otak, mikiiiiiirrrr mulu bawaannya, sedikit bicara. Dan banyak hal yang tak bisa saia temukan jawabannya, terutama berkaitan dengan tugas-tugas yang melekat di saia selama tahun 2015 ini.

Wokehlah, mari membenahi hati dan pikiran kembali. Selalu mengingat satu hal bahwa Allah SWT menempatkan saia ditempat ini bukan tanpa maksud dan tujuan, ada hikmah besar menanti yang masih terselip disini. Wallahualam bishawab πŸ™‚

Happy Anniversary, Alhamdulilah sudah 5 tahun blog ini meramaikan dumay πŸ™‚

Alhamdulilah

Terimakasih STIFIn Man

Jegeeerrr….hari H pun tiba,ada rasa bahagia membuncah πŸ™‚ Menampung energi positif yang melimpah,Maka nikmat Allah yang mana yang di dustakan πŸ™‚ Allahuakbar…

Wisnu Priyono

"STIFIn Man" Dodi Rustandi β€œSTIFIn Man” Dodi Rustandi

Mengadakan seminar bertajuk STIFIn di Surabaya saat ini bukanlah hal yang mudah. Perlu usaha ekstra untuk menarik minat masyarakat yang memang mayoritas tidak memahami apa itu STIFIn. Hal tersebut saya rasakan sendiri.

Berawal dari keinginan untuk mengikuti seminar STIFIn di Surabaya, saya dan istri sempat hampir putus asa menunggu. Usut punya usut ternyata perkembangan STIFIn di Surabaya terbilang lamban, hal itu terbukti dengan tidak adanya seminar yang diselenggarakan untuk umum. Para pejuang STIFIn banyak menempuh jalur pendidikan untuk bisa mengenalkan konsep mesin kecerdasan ini kepada masyarakat. Pilihan yang tepat. Tapi bagaimana dengan kami masyarakat umum yang kebetulan tidak berhubungan dengan dunia pendidikan?

View original post 384 more words