4 Hal Utama Membentuk Anak Tangguh


4 Hal Utama Membentuk Anak Tangguh. Berat ini bahasannya, parents be ready for this 🙂 Minggu lalu, Komite sekolah anak saia mengadakan seminar parenting yang tak biasa dengan mengambil tema “Membentuk Anak Tangguh dan Tidak Mudah Menyerah”. Berat bener bahasannya menurut saia, untuk itu saia dan pasangan bertekat hadir.

Narasumber yang didatangkan gak main – main, Psikolog yang salah satu tugasnya menjadi pendamping bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) laki – laki Lapas Jombang yang tergolong usia anak. Ibu Fini Rahmatika namanya, biasa dipanggil Fini.

Pagi hari yang cerah ini dibuka dengan cerita fenomena di masyarakat belakangan ini. Ada beberapa fenomena tapi saia cuman inget dua hahaha, males nyatet yo ngene iki. Faktor bullying dan kriminalitas. Ibu Fini menceritakan, mayoritas anak yang didampinginya karena kasus pencabulan. Anak usia Sekolah Dasar mencabuli balita, Ada, banyak. Ada juga yang teridentifikasi gay, dan menurut beliau, perilaku gay ini menular. Ya, anak laki – laki lainnya disana merasa nyaman dengan perhatian anak gay ini. Naudzubillah…

Faktor lainnya, bullying. Sapa seh yang gak pernah di bully dan Melakukan bully. Ternyata pembully itu juga korban bully. Saia pun begitu ternyata, mohon dimaapkan ya bagi yang pernah saia bully. Si bocah beberapa kali cerita di bully temannya, bingung awalnya gimana cara ngadepinnya. Lebih ke motivasi si bocah biar berani menghadapi bully dengan cara aman. Semakin kesini akhirnya saia menambahkan doa khusus, agar si bocah tangguh dan berani menghadapi bully dan semoga tidak jadi pembully. Aamiin Ya Rabb.

Gimana seh definisi Anak Tangguh?

  • Anak yang mampu menghadapi stres dan tekanan secara efektif
  • Cepat dan mudah beradaptasi dalam lingkungan baru
  • Tahan banting menghadapi tantangan hidup, menghadapi hal-hal yang mengecewakan
  • Emosi relasi stabil
  • Menghargai dirinya dan orang lain

Itu definisi Anak Tangguh dari penjelasan ibu Fini. Sudahkah anak – anak kita berada di titik itu? Jujur, klo anak saia belum. Banyak hal yang kudu dikupas dan diselesaikan dari orangtuanya ini yakni saia dan pasangan. Mengapa begitu? Ya karena si bocah menjadi seperti saat ini hasil “karya” saia dan pasangan. POLA ASUH yang kurang baik dan tepat untuk si bocah.

SEJARAH BERULANG. Apa artinya? Pola asuh yang kita terapkan turun temurun dari generasi sebelumnya. Saia pikir pikir ya emang bener. Apa yang saia alami dan rasakan di masa kecil, secara gak sadar diterapkan ke anak meski saia ngerasa gak suka dibegitukan dulu. Well, butuh effort besar untuk saia berlaku adil ke anak, adil memperlakukan anak tidak hanya dipandang sebagai pelampiasan masa lalu.

Kenalan sama jenis Pola Asuh yuk….

Pola Asuh Otoriter. Pola asuh ini merupakan pola asuh konvensional, one way direction, diktator, pembuat aturan, memberikan hukuman fisik, kejam dan kasar, dominan, perfeksionis, over protective, dan mengancam. Ada yang seperti ini? hahaha yuk sini duduk bareng.

Tau gak efek ke anak gimana? Anak jadi pemalu, gak pede, gak kooperatif, memberontak, gak berprestasi dan sering mengalami psikosomatis. Duuuhhh saia mules dengernya.

Pola Asuh Permissive Indulgent. Ibu fini bercerita, antara sayang dan memanjakan itu bedanya tipiiisss sekali. Ya, pola asuh ini diketahui terlalu memanjakan anak, gak mampu ngontrol anak, gak punya aturan, terlibat dalam semua aspek kehidupan anak.

Efeknya apa ke anak buibuuuuu…. Anak menjadi tidak tau salah dan benar, kurang toleransi, tidak bertanggungjawab, egois, tidak organize, mendominasi orang lain untuk ikuti kemauannya. Astagaaahh pengen mewek di pojokan kan jadinya :((

Pola Asuh Permissive Neglectful. Salah satu ciri pola asuh ini, percaya bahwa anak akan belajar sendiri. Maksudnya, tanpa orangtua mengajari bagaimana caranya, diharapkan anak mampu melakukannya dengan baik dan benar sesuai kemauan orangtua. Buibu pakbapak…. Mana tau anak akan berlaku baik dan benar tanpa diajarin. Pesan dari ibu fini, Jangan samakan mindset kita dengan mindset anak. Kita sudah berpengalaman sedangkan anak belum.

Pola Asuh Authoritative. Nah pola asuh ini baiknya diterapkan namun prakteknya sungguh membutuhkan energi luar biasa, eh itu klo saia ya hehehe. Kalian enggak kan ya 😀 Berkomunikasi, berdiskusi, bernegoisasi dalam membuat keputusan, memberikan pilihan, itu ciri dari pola asuh ini.

Emmmm terdengar gampang dilakukan ya, gampang klo ada komitmen bersama. Artinya ayah dan bunda nya sudah sepakat dengan pola asuh bagaimana yang harus diterapkan. Biar enggak pincang, si ibu bilang tidak boleh A eh ternyata ayah bilang boleh A. Anak bingung dunk, dan pasti akan lebih memilih yang dirasa enak baginya. Bisa juga diberlakukan reward dan delay of reward.

Penerapan pola asuh ini, membuat anak menjadi mandiri, tegas dan mampu mengendalikan diri, percaya diri, kooperatif dan mampu bersosialisasi, bertanggung jawab dan HAPPY!

Udah kenal sama beberapa jenis pola asuh kan, Jadi pola asuh mana yang baik untuk diterapkan era sekarang? Yak betol, Pola Asuh Authoritative yang paling juwara. Anak tangguh akan terbentuk jika menerapkan pola asuh authoritative disertai kelekatan emosi dari kedua orangtuanya. Nah gimana caranya membentuk kelekatan emosi?

4 Hal Utama Membentuk Anak Tangguh :

1. Belaian dan Pelukan. Saia teramat suka membelai rambut si bocah, usap – usap kepala si bocah dan memeluknya. Seiring pertumbuhannya, terkadang si bocah udah malu dipeluk sembarangan. Maksudnya klo lagi di keramaian, di depan banyak orang, udah bisa protes tapi wajib dilakukan meski terkadang saia juga kelupaan.

Menurut ibu Fini, yang paling jarang membelai dan memeluk anak itu si Ayah, padahal sosok ayah sangat dibutuhkan kehadirannya secara nyata.

“Seorang ayah itu seringnya ADA tapi TIADA. Maksudnya, secara fisik ada, hadir, tapi tiada, tidak berasa ke anak-anaknya.” ujar ibu Fini menegaskan.

2. Komunikasi. Bagi saia hal terberat adalah komunikasi. Bagaimana saia bisa membahasakan apa yang saia maksud dengan bahasa sederhana yang bisa dicerna anak dengan baik, begitu pula sebaliknya. Tak hanya dengan anak, komunikasi juga jadi hal tak sederhana dengan pasangan. Saia merasa udah menyampaikan dengan baik, ternyata pasangan menerimanya tidak begitu, begitu juga sebaliknya. Komunikasi is the key 🙂

3. Bermain Bersama. Inih PENTING. Terkadang saia mengabaikan permintaan si bocah untuk menemaninya bermain dengan alasan sibuk ini lah, sibuk itu lah padahal hal ini penting banget dilakukan bersama. Hepi banget si bocah klo main ditemenin saia ato ayahnya, karena saia ibu bekerja, tiap malam sepulang kerja, si bocah selalu minta jatah main dulu sebelum tidur.

4. Mengurangi omelan di pagi hari. Inih sapa yang gak pernah “nyanyi” di pagi hari? Hahahaha. Ya gimana, pagi hari itu momen tersibuk, kudu mengkondisikan semua hal demi kemaslahatan bersama. Yaaaa kudu setrong tapi pake cara laen yang lebih asyik daripada ngomel. Yuk Semangat buibu pakbapak 😀

Baik, udah tau kan yang musti dilakukan untuk membentuk anak tangguh dan gak gampang menyerah. Satu hal lagi yang penting, 4 hal utama diatas jadikan Rutinitas Sehari – hari dalam keluarga. Semoga bonding dengan anak makin baik yak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s