Bersikap Lembut, Apa Pentingnya sih?

Bersikap Lembut, Apa Pentingnya sih?. Hu um ayo coba dijawab, apa pentingnya kita bersikap lembut? malah balik nanya hehehe.

Kita mulai dari definisi bersikap lembut ya, Bersikap, segala hal yang berhubungan dengan diri, meliputi perkataan dan tingkah laku yang tampak dalam keseharian. Lembut, biasanya tercermin dalam diksi kata dan intonasi bicara yang digunakan, terpantau dalam tingkah laku yang santun dan beradab.

Bersikap Lembut memiliki makna segala hal yang berhubungan dengan diri, meliputi perkataan dan tingkah laku yang tampak dalam keseharian dan biasanya tercermin dalam diksi kata dan intonasi bicara yang digunakan dan terpantau dalam tingkah laku yang santun dan beradab.

Ada yang mau nambahin definisi bersikap lembut gak? Boleh loh.

Dulunya, saia beranggapan klo bersikap lembut hanya sebatas lebih banyak dalam perkataan saja. Misal, Tidak berbicara dengan kasar, tidak berbicara dengan nada tinggi, dan lain lain. Atau dalam perbuatan yang ekstrim seperti memukul dan menendang, gak boleh kasar atau berlebihan.

Seiring berjalannya waktu, sebut saja ketika saia memulai perjalanan life coaching with coach Irma Rahayu, Definisi Bersikap Lembut makin meluas, tidak hanya sebatas yang sudah saia sebutkan diatas saja. Mempertahankan diri untuk tidak tersulut amarah saja itu sungguh luar biasa, apalagi dibarengi dengan bersikap lembut. Bersikap lembut bisa dimaknai cara saia menyikapi sebuah kondisi entah itu good condition or bad condition.

Continue reading

Kamu Jelek!

Kamu Jelek! Tolong lambaikan tangan kamu jika merasa pernah mengalami hujatan sedemikian rupa. Toss! Saia dan kamu senasib. Hahahahaha.

Dan kalian tau, frasa yang sudah saia sebutkan diatas, membekas dan mempengaruhi segala aspek hidup saia. Hasilnya, saia tumbuh dengan prasangka diri kuat bahwa aku jelek. Merasa minder adalah jalan hidupku sejak kecil hingga dewasa ini, hingga saia temukan kenyataan klo sebenarnya aku gak sejelek itu kok.

Mundur kebelakang, masa – masa sekolah adalah masa kelam dimana minder ini menggerogoti diri akut, walhasil saia menjadi insan yang pemalu. Sebagai makhluk Tuhan yang dibekali akal pikiran dan hati nurani, tentunya saia tidak menyerah begitu saja dengan keadaan ini, hahahaha setelah melewati proses panjang pergolakan diri tentunya ya.

“Okay, fisikku boleh tak rupawan tapi tidak hatiku.” dendamku menggelora.

Taukah kalian, siapa yang paling berperan dalam pertumbuhan rasa minder ini?

Continue reading

Pilih Logam Mulia atau Perhiasan?

Pilih Logam Mulia atau Perhiasan? Kalo pertanyaan ini dilontarkan beberapa tahun yang lalu, saia dengan keyakinan seratus persen memilih Logam Mulia. Kenapa? Karena saia bukan tipikal orang yang suka memakai aksesoris di badan kecuali jam tangan.

Tetapi dewasa ini, saia pilih dua dua nya hahaha. Pemikiran saia ini bergeser seiring perkembangan jaman, Ya apa salahnya sih pake perhiasan selama itu gak berlebihan, Ya gak 😀

Pertimbangan lainnya, semisal lagi jauh dari rumah terus butuh duit kan tinggal copot salah satu aja buat dijadiin duit alias dijual hehehe, gini banget yak mikirnya tapi relevan kok dengan pemahaman saia tentang Rejeki 🙂

Beberapa waktu yang lalu, saia dipahamkan tentang konsep Rejeki. Rejeki itu gak cuman duit, ada banyak variabel rejeki yang dikirimkan Allah SWT. Dan Rejeki itu bukan sesuatu yang berada di luar jangkauan saia. Rejeki itu yang sudah saia nikmati saat ini. Bukan nanti, atau malah masih jauh beberapa tahun ke depan.

Yess, Rejeki itu apa yang saia nikmati saat ini, semisal, pakaian yang melekat di badan, makanan minuman yang saia nikmati tadi dan sekarang, dan masih banyak yang lainnya.

Kalo duit yang ada di rekening bank apakah itu Rejeki? Continue reading