Oase

Rasulullah Muhammad Saw. bersabda, “orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling banyak memberi manfaat. Amal yang paling disukai Allah Azza wa Jalla adalah yang menyenangkan hati orang muslim, menghilangkan kesulitannya, melunasi utangnya, atau menolongnya dari kelaparan. Dan aku lebih suka berjalan bersama saudaraku muslim untuk suatu keperluan daripada aku berdiam (iktikaf) dalam masjid selama sebulan ” (HR. Ibnu Abiddunya & Thabrani, dari Ibnu Umar ra).

Dan seminggu yang lalu saya dikejutkan dengan jadwal baru yang membuat saya melonjak kegirangan, THIS IS IT !!! inilah yang saya cari selama menghitung hari ditempat yang tergolong amat gersang ini (gurun sahara aja kalah niy πŸ˜€) sedikit peringatan dari pemilik napas melalui perantara umatnya mampu menghenyakkan diri saya dengan tenang dan bahagia di kotak tak seluasΒ  samudra. Berbicara tak panjang tapi mampu meluluhkan, berbicara tak lebar tapi mampu melapangkan. di deretan kedua terdepan saya hanya bisa mengangguk-angguk,menundukkan wajah,memainkan jari jemari sambil membendung airmata di pelupuk mata (cengeng niy si saya,klo ktauan temen di sebelah bisa gawat,ancur deh reputasi ane gan wkwkwk πŸ˜› )

Perilaku aneh manusia menjadi inti pengamatan kali ini, hakikat penciptaan manusia dan kitab suci diturunkan tak lain karena tingkat kengeyelan manusia sudah melampui batas wajar, perdebatan filsafat yang diawali era Thales sampai era filasafat modern, yang terus mengusik antara akal, agama, sains dan hal lain, yang ujung-ujungnya tak mencapai titik sepakat bahkan terkesan saling meniadakan antara kebenaran akal dan agama, roh dan materi. Dari kasus ini diperlukan sebuah pembatas (kitab suci) untuk menghentikan debat tanpa ujung.

Hmmmm…. sejam setengah yang mendebarkan, saya menyukai kreatifitas Anda ditengah kehausan tak terkira, smoga bisa menjadi pembaruan yang tak lekang oleh waktu. Now, i can say “I LOVE MONDAY” πŸ™‚


Saat-saat menyebalkan

Ijinkanlah saya mengasah otak kembali, mencoba berkarya di penghujung juni yang membawa pembaruan bagi saya setelah terjangkit virus ganasΒ  kemandulan dalam berkarya! hadooohh apaan yak,biasa aja kaleee hihi πŸ˜€ hmmm… saya mo curhat aja deh. dengarkan curhatkuuuu… Cesa feat Vierra πŸ˜›

Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah, β€œKuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.”

Whossaaahhhh…jengah juga saya dengan suasana dan kondisi akhir-akhir ini. Lingkungan baru yang mau tidak mau harus saya cemplungi menyangkut amanah yang tlah dibebankan di dunia ini. Tak hanya sehari dua hari,sebulan maupun setahun berkecimpung disini,mungkin hingga raga ini melemah menua dan akhirnya kembali ke pangkuanNYA.Allahu Akbar….

Mungkin inilah sebagian takdir saya, dan mulai saat itu jua saya menyerahkan seluruh jiwa raga demi bangsa dan negara (ah sok banget bin lebay ni si saya hehe boleh donk skali-skali :P). Oops,tnyata banyak aral melintang ketika kata-kata “jujur dan murni” berusaha saya sematkan di bahu ini. hmmm…betapa lucunya negeri ini,negeri orang-orang kartunis. Kemanakah perginya jiwa yang setia menemani saya slama 3tahun kemaren, mengapa masih terasa hampa hati ini mengemban amanah.Β  Satu pertanyaan selalu saya jawab dengan senyuman dan jujur tapi belakangan ini saya begitu bosan dengan pertanyaan yang sama tapi tak jua memuaskan hati para penguasa, baiklah saya akui saya bukan orang berada didunia ini apalagi memiliki kuasa tapi mengapa kau sangsikan sebuah kejujuran,ah entahlah…. saya tau kesempatan ini amanah untuk hamba Ya Allah, dan saya berusaha mencari my soul untuk menjalankannya semampu saya meski seketika itu juga sorotan datang dari sgala penjuru mata angin yang menghembuskan angin-angin gerah,“Sudahlah…Lelah ini hanya sebentar saja” hibur hati saya. Ya Allah jika suatu saat nanti Engkau ijinkan hamba, hamba mohon jangan tutupi hati nurani ini,tak ingin hamba berujung pada siksaMU.AMIN

Continue reading

SANDAL JEPIT YANG TERHORMAT

Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota, nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.
“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”,sergah sang sepatu dengan nada congkak.
Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.
“Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.
Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata

“Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”. Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya. Continue reading