Antara Candi Jawi dan Masjid ChengHo

Awal Pebruari, salah satu sahabat baik saia semasa kuliah di kampus tercinta (PENS&TC-ITS) menggelar resepsi pernikahannya dengan seorang pangeran tampan berkuda besi yang telah dinantinya bertahun-tahun **lebay πŸ˜€ bertempat di Prigen,Pasuruan. Perjalanan kesana diputuskan motoran ajah karena gak ngajak my bebi yang mulai lancar mengolah kosakata πŸ˜€ itung-itung turing berduaan sembari kencan yang tlah sekian lamanya terhapus dari to do list hihihi πŸ˜›

Memasuki wilayah Prigen, nengok sebelah kanan ada sebuah bangunan bersejarah. terpampang di papan, Candi Jawi. Misua udah ngasih kode aja ni, entar pulang mampir ya mah. Ho oh, hayuk menelusuri sejarah bangsa ini. maklum misua pecinta sejarah,gtu kan ya ayah πŸ˜€ after all my reunion ceremony with my college friends, cuzzzz menitipkan kuda besi di pinggiran jalan. penunggangnya asyiiikk menjelajah candi jawi yang selebar daun kelor πŸ˜€

Β Candi Jawi (nama asli: Jajawa) adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah HinduBuddha Kerajaan Singhasari yang terletak di terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan.[1] Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan – Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara

398px-Candi_Jawi_A398px-Candi_Jawi_BCandi_Jawi_CCandi_Jawi_D

 

 

 

 

 

 

Next Destination. Masjid Chengho Pandaan,Pasuruan. Melepas lelah disini sembari menunaikan ibadah, leyeh-leyeh di teras masjid sambil selonjorin kaki πŸ˜€ Masjid dengan nuansa warna merah yang mendominasi, bikin mata saia adeeemmm banget apalagi hati saia yak heuheu πŸ˜› gak lama-lama menikmati kemegahan ini,musti cepet-cepet pulang mengingat waktu menunjukkan matahari akan segera terbenam πŸ˜€ gak bawa oleh-oleh juga bwt kawan-kawan ni,boleh lah ya saia bawakan portrait menarik hihihi πŸ˜‰

Continue reading

SIDOARJO

Ini ni….Kota tempat saya dibesarkan, kota yang jadi pusat perhatian segenap bangsa Indonesia bahkan dunia internasional, hmmm… dulu ajah dah terkenal bgt apalagi skarang kekna makin famous aja dweh *lebay dikit gpp kekna πŸ˜›Β  Okelah mari qta mengenal lebih dalam…. lebih dalam… lebih dalam… *gak maen sulap loh ini hahay πŸ™‚

Kabupaten Sidoarjo, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Sidoarjo.

Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112,5o – 112,9o BT dan 7,3o – 7,5o LS dengan wilayah yang berbatasan dengan :

  • Sebelah UtaraΒ Β Β  : Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik
  • Sebelah Selatan : Kabupaten Pasuruan
  • Sebelah BaratΒ Β Β Β  : Kabupaten Mojokerto
  • Sebelah TimurΒ Β  : Selat Madura

Sidoarjo dikenal sebagai penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk kawasan Gerbangkertosusila.

SEJARAH

Sidoarjo dahulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibatu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokari. Sidokare dipimpin R. Notopuro berasal dari Kasepuhan, putra R.A.P Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare, yang memiliki konotasi kurang bagus diubah menjadi Kabupaten Sidoarjo.

SEJARAH KERAJAAN JANGGALA

Janggala adalah salah satu dari dua pecahan kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga dari Wangsa Isyana. Kerajaan ini berdiri tahun 1042, dan berakhir sekitar tahun 1130-an. Lokasi pusat kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Continue reading