Cafe Unik Di Ubud

Hai, udah piknik kah? Saia? Belum lagiiii hehehe 😀
Kapan terakhir plesir ke Bali? Jawab jujur aja, gak apa-apa kok, saia juga udah merindu Bali 😛
Nah klo kemaren saia beberin hal – hal yang wajib disiapin kala plesir, kali ini ada info menarik yang memeriahkan suasana plesir di Bali.

Pernah denger Ubud gak, itu tuh kecamatan di kabupaten Gianyar Bali dengan topografi sawah – sawah serta hutan – hutan yang diapit sungai dan jurang, menjadi destinasi wisata baik lokal dan mancanegara selama lebih dari 80 tahun. Kawasan Ubud yang memukau memberi kenangan tak terlupakan bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Pulau Bali.

bali-indonesia[dot]com

bali-indonesia[dot]com

Continue reading

Jual Jamu

“Jamuuu… jamu jamuuu…jamu sehat kuat…” seru em(b)ak – em(b)ak penjual jamu gendongan, yang enggak pernah ribet pake kebaya plus jarik, keliling jalan kaki menjajakan ramuan tradisional di masa itu.

Ada yang masih inget gak ya era berjayanya penjual jamu gendongan keliling jalan kaki keluar masuk desa tanpa lelah 😀

Eh jangan-jangan masih ada yang belum paham ini jamu tuh apaan, duh kakaaak kemane aje **cubit gemezz 😛 Jamu tuh minuman berkhasiat, hasil racikan menggunakan bahan-bahan alami, ya semacam tumbuh-tumbuhan alami yang memiliki manfaat baik untuk tubuh manusia dan aman dikonsumsi ya pastinya. Banyak macemnya loh, klo saia seh paling sering mengkonsumsi jamu sinom dan jamu beras kencur. Cobain deh dijamin segeerr badan ini 😉

Nah dewasa ini, mungkin ya efek Continue reading

Antara Candi Jawi dan Masjid ChengHo

Awal Pebruari, salah satu sahabat baik saia semasa kuliah di kampus tercinta (PENS&TC-ITS) menggelar resepsi pernikahannya dengan seorang pangeran tampan berkuda besi yang telah dinantinya bertahun-tahun **lebay 😀 bertempat di Prigen,Pasuruan. Perjalanan kesana diputuskan motoran ajah karena gak ngajak my bebi yang mulai lancar mengolah kosakata 😀 itung-itung turing berduaan sembari kencan yang tlah sekian lamanya terhapus dari to do list hihihi 😛

Memasuki wilayah Prigen, nengok sebelah kanan ada sebuah bangunan bersejarah. terpampang di papan, Candi Jawi. Misua udah ngasih kode aja ni, entar pulang mampir ya mah. Ho oh, hayuk menelusuri sejarah bangsa ini. maklum misua pecinta sejarah,gtu kan ya ayah 😀 after all my reunion ceremony with my college friends, cuzzzz menitipkan kuda besi di pinggiran jalan. penunggangnya asyiiikk menjelajah candi jawi yang selebar daun kelor 😀

 Candi Jawi (nama asli: Jajawa) adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah HinduBuddha Kerajaan Singhasari yang terletak di terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan.[1] Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan – Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara

398px-Candi_Jawi_A398px-Candi_Jawi_BCandi_Jawi_CCandi_Jawi_D

 

 

 

 

 

 

Next Destination. Masjid Chengho Pandaan,Pasuruan. Melepas lelah disini sembari menunaikan ibadah, leyeh-leyeh di teras masjid sambil selonjorin kaki 😀 Masjid dengan nuansa warna merah yang mendominasi, bikin mata saia adeeemmm banget apalagi hati saia yak heuheu 😛 gak lama-lama menikmati kemegahan ini,musti cepet-cepet pulang mengingat waktu menunjukkan matahari akan segera terbenam 😀 gak bawa oleh-oleh juga bwt kawan-kawan ni,boleh lah ya saia bawakan portrait menarik hihihi 😉

Continue reading