Memori Terindah Untuk Asyifa

Dear Asyifa,

Anak perempuan shalehahku tersayang…..

Mamah torehkan cerita ini sebagai memori terindah untukmu…..

Terimakasih telah mengajari Ayah dan Mamah cara menjadi Orang Tua, luv u nak πŸ™‚

 

Predikat Ibu Hamil pun akhirnya melekat pada saia, Alhamdulilah segala puji bagi Allah πŸ™‚ Rasanya masih tak bisa mempercayai saia ketitipan amanah dari Allah SWT bahkan sejak testpack pertama dan positif, saia ceritakan disini.

Dan di mulailah perjalanan panjang mengharukan menjadi seorang ibu hamil, Bismillah….

Sejak tau ada janin yang menggantungkan hidupnya pada saia, sejak itu pula saia lebih mawas diri dan tak lupa menjadi lebih manja tentunya hihihi. Mual muntah dahsyat khas trimester pertama pun datang menghampiri, hingga berat badan saia tak mengalami kenaikan berarti meski sedang mengandung calon anak pertama. Khawatir ya pastilah, apalagi ditambah diagnosa dokter yang geleng-geleng memperhatikan problema saia ini.

Resep dokter pun menjadi 3 jenis, jika semula hanya vitamin untuk kalsium dan asam folat seperti pada umumnya, maka vitamin penambah nafsu makan pun ambil bagian dalam kehamilan ini. Jika kebanyakan ibu hamil acapkali mual muntah di pagi hari hingga dikenal istilah morning sickness tapi bagi saia mual muntah ini tidak kenal waktu, kapanpun dimanapun bisa mual dan muntah tanpa pemberitahuan hehe.

Bau apapun tidak juga bisa ditolerir oleh hidung saia, walhasil mual muntah deh ujung-ujungnya, Alhamdulilah nikmat mana yang saia dustakan.

Pertengahan Mei, Saia dikejutkan dengan hadirnya surat perintah pindah tugas ke bagian laen tanpa adanya perbincangan sebelumnya. Alhamdulilah, saia selaku pelaksana hanya mengikuti alur yang dibuat oleh pimpinan. Saia ambil hikmahnya saja toh dimana pun saia berpijak hanya ridho Allah SWT yang patut saia perjuangkan. Maap ya nak, mungkin mamah terlalu idealis menegakkan prinsip hidup sesuai ajaranNYA.

Β Hari pertama menjejakkan diri di tempat baru, Continue reading

Advertisements

Pebruariku Penuh Cinta

And the story goes….. πŸ™‚

Tanpa kurasakan, hari – hari tlah beranjak mendewasa, menyebrang ruang dan waktu, menghempaskan diri di bulan pebruari, bulan paling kurindukan setelah bulan ramadhan, tanpa alasan basa basi mengingatkan jiwa raga akan sisa perjalanan hidup yang berujung di padang mahsyar kelak. Yeah, di awal bulan ini kumaknai sebagai hari sepasang muda mudi menerima amanah besar dari Sang Pencipta, tepat hari kesatu dibulan ini beberapa puluh tahun silam ku diperkenalkan euforia yang tak sama kala di dalam rahim, euforia ini milik dunia. Tangisku pecah membahana ruang, memekikkan pertanda satu lagi orang besar tlah tercipta atas KuasaNYA. Tak ada gegap gempita yang mewarnai hari besar ini,tak ada sebuah kue bertengger lilin-lilin yang harus kutiup memeriahkan, tak ada bongkahan hadiah yang kutrima, namun… luapan ekspresi penuh cinta dari sejuta umat membombardir diri, melambungkan doa penuh kasih kepada Sang Pencipta, Ya Allah…hamba tak kuasa membalas karuniaMU melalui umat-umat ini, hanya Engkaulah Maha pemenuh sgala doa dan harapan, Trimakasih tlah Engkau titipkan umat-umat bersahaja pemenuh perjalanan hidup yang tak kekal ini πŸ™‚ Tak kuhiraukan hari ini, jasad ini terlalu angkuh tuk mempersiapkan urusan dunia esok hari yang menentukan, berbekal doa penuh harap “Ya Allah, smoga hari esok lebih baek dari hari ini, smoga ridhoMU terlimpah untuk sgala perbuatan hamba, lisan hamba, hati hamba dan pikiran hamba.Amin” πŸ™‚ Naaaaahhhh berhubung kemaren gak ada cake bertabur lilin so tiup lilinnya disini ajah deh πŸ˜€ Continue reading