Jual Jamu


“Jamuuu… jamu jamuuu…jamu sehat kuat…” seru em(b)ak – em(b)ak penjual jamu gendongan, yang enggak pernah ribet pake kebaya plus jarik, keliling jalan kaki menjajakan ramuan tradisional di masa itu.

Ada yang masih inget gak ya era berjayanya penjual jamu gendongan keliling jalan kaki keluar masuk desa tanpa lelah πŸ˜€

Eh jangan-jangan masih ada yang belum paham ini jamu tuh apaan, duh kakaaak kemane aje **cubit gemezz πŸ˜› Jamu tuh minuman berkhasiat, hasil racikan menggunakan bahan-bahan alami, ya semacam tumbuh-tumbuhan alami yang memiliki manfaat baik untuk tubuh manusia dan aman dikonsumsi ya pastinya. Banyak macemnya loh, klo saia seh paling sering mengkonsumsi jamu sinom dan jamu beras kencur. Cobain deh dijamin segeerr badan ini πŸ˜‰

Nah dewasa ini, mungkin ya efek semakin berkembangnya jaman di era teknologi yang gencar merongrong bangsa ini **syet dah bahasanya hihi. Jual jamu sekarang gak harus jalan kaki, gak harus pake keranjang rotan terus digendong, gak harus perempuan juga loh yang jualan jamu. Fenomena apa yang tengah melanda? **jreng jreeenng

Era Kekinian sudah di depan mata kawan, musti ngeri ato makin semangat ni? Semangaaatt dunk ayeee πŸ˜€ Banyak ya saia lihat inovasi-inovasi berkenaan jualan jamu, ada yang jualan jamu pake mobil pick-up mangkal di jalan tertentu, ada yang tetep keliling keluar masuk desa namun memanfaatkan transportasi kendaraan bermotor, ada yang jualan jamu di mall loh seperti yang saia lihat di delta plaza Surabaya, ini makin kreatif keren abizz lah sistem marketing-nya biar minuman tradisional khas Indonesia makin dikenal luas seantero dunia (Aamiin).

Yaaa…. sapa tau suatu saat nanti menghadiri acara kenegaraan di belahan dunia lain misal saja di Eropa, Jamu Tradisional Made In Indonesia menjadi suguhan menarik πŸ™‚

Ngomong-ngomong soal inovasi unik dan kreatif, saia temukan pagi ini ketika berangkat menjemput rejeki ke Surabaya, rupanya pelaku bisnis inovatif ini juga tak ingin kalah cepat menjemput rejekinya. Mungkin bagi sebagian orang menganggap dia hanya jualan jamu namun saia menyukai konsep jualan jamunya yang menurut saia belum banyak pelakunya.

Jpeg

Sak iki jamane MOCO

Tuuuhhh saia sempetin jepret diatas motor yang melaju pelan di sejuknya pagi, iye sejuk semalem habis diguyur hujan plus berangkatnya lebih pagi bangeett karena misua ada tugas liputan di grahadi jadi jalannya masih lempeng tuh sepi hehe.

Keren ya, saia sama misua speechless pertama kali ngelihat masnya punya konsep jual jamu plus menyediakan fasilitas buku untuk dibaca customer πŸ˜€

Di era teknologi tinggi yang semuanya serba digital,gadget dimana-mana, saia mah suka banget klo masih bisa melahap buku. Apalagi inovasi yang didengungkan penjual jamu keliling seperti ini, dengan tagline, Sak iki Jamane Moco, Yuk ah sebarkan virus cinta buku suka membaca. like this lah pokoknya. Memicu minat baca buku kembali yang mungkin fungsinya sudah teralihkan dengan produk digital **ngomong apa ini hehe πŸ˜€

Hal baik akan mendatangkan kebaikan, begitupula sebaliknya πŸ™‚

Advertisements

16 thoughts on “Jual Jamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s