Ayah, Dengarkanlah….


Sayah sangat menyadari betapa besar peran orang tua bagi anak, sejak 2 tahun lalu sayah tak henti mencari ilmu parenting demi membangun keluarga yang berkarakter berdasarkan Alquran dan Hadist. Ratusan hari perjalanan ini, sedikit banyak menganalisa kondisi keluarga orang-orang terdekat tidak terkecuali orang tua sayah sendiri terhadap anak-anaknya maka sampailah pada suatu kesimpulan bahwa tak hanya seorang ibu yang memiliki peran besar bagi anak tetapi seorang ayah jauh lebih besar perannya dalam perkembangan karakter anak untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki. karena banyak ayah yang kurang menyadari porsinya dalam keluarga, kualitas keterlibatannya dalam mengurusi keluarga. Disinilah pentingnya keseimbangan dan keselarasan orang tua,dimana tidak ada salah satu yang lebih menonjol tetapi saling mengisi satu sama lain. Ini pendapatku, mana pendapatmu 😀

Tulisan ini sayah sadur dari Buku “Belajar Menjadi Ayah” karya Drs. Thomas Kristo M, MM

Anak belajar bukan dari apa yang didengar melainkan dari apa yang dilihat

Menciptakan bangsa yang besar dan berkarakter bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak masyarakat yang memberikan protes pada pemimpin bangsanya yang dianggap kurang mampu memimpin dan kurang cakap dalam menangani masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan bangsanya.

Bangsa yang berkarakter baik, berakar dari keluarga yang berkarakter luar biasa. Karakter yang baik adalah motivasi dari dalam untuk menunjukkan apa yang benar, walaupun kita suka atau tidak suka pada situasi tertentu.

Pengertian karakter seringkali berkaitan dengan istilah moral atau tingkah laku moral. Dengan kata lain, sebelum seseorang mengambil atau melakukan sebuah tindakan, ia harus terlebih dahulu menyadari bahwa tindakannya dapat menolong atau justru menyakiti orang lain. Tindakannya berguna atau tidak bagi dirinya. Think first before speaking and doing.

           Warisan apa yang akan kita tinggalkan pada anak-anak kita? Besar usaha yang di investasikan dalam membangun karakter adalah proporsional dengan apa yang akan di dapatkan kembali. Fokus pada kualitas karakter setiap waktu, Jadikan karakter sebagai kebiasaan sehari-hari, Wariskan karakter yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain.

Kekuatan Ayah, Kekuatan buah hatinya. Faktor paling penting dalam pertumbuhan anak-anak adalah dengan kehadiran sosok ayah yang memegang teguh nilai-nilai keluarga, yang mampu memagari anak-anak dari ancaman-ancaman luar, yang senantiasa memperbesar lingkaran kekuatan mereka. Ayah yang mampu membangun dan menopang buah hatinya menjadi kuat.

Jika hubungan dengan keluarga anda beres, membangun hubungan dengan semua hal lainnya pun akan lebih mudah. John.C.Maxwell

         Menjadi ayah bukan sesuatu yang terjadi begitu saja ketika seorang laki-laki memiliki anak. Menjadi ayah bukan pula karena mendapat sebutan atau panggilan ayah. Menjadi ayah adalah sebuah proses hubungan yang berlangsung seumur hidup antara seorang ayah dan anaknya. Hubungan yang perlu dipupuk dan dipelihara terus menerus sehingga terjadi hubungan kepercayaan dari seorang anak kepada ayahnya.

           Pengalaman buruk dengan ayah masih membekas dalam ingatan yang berakhir dengan kepahitan. Khususnya banyak anak laki-laki yang membenci ayahnya yang mengakibatkan proses “penjiplakan” yang tidak disadari. Makin benci ayahnya, makin mirip dengan ayahnya. Tentu saja hal ini bisa berakibat fatal dalam kehidupan mendatang jika tidak terjadi rekonsiliasi. Drs. Charlotte K. Priatna, M.Pd

Happy-muslim-cartoon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s